Pining (SGL)– Dalam upaya memastikan pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah, Wakil Bupati Gayo Lues H.Maliki melakukan kunjungan kerja langsung ke Desa Lesten, salah satu desa terpencil di wilayah Kabupaten Gayo Lues.
Kunjungan yang dilakukan beberapa waktu lalu, menampilkan realitas yang mengharukan. Bangunan sekolah yang menjadi tujuan kunjungan terlihat dalam kondisi yang memprihatinkan. Struktur bangunan dengan dinding beton dan tiang kayu tampak sudah lapuk dan tidak bisa di tempati lagi merupakan menjadi perhatian serius dari Pemkab Gayo Lues.
“Ini adalah bukti nyata tantangan pendidikan di daerah terpencil. Kami tidak bisa hanya duduk di kantor, tapi harus turun langsung melihat kondisi sebenarnya,” ungkap Wakil Bupati saat meninjau lokasi yang dikelilingi vegetasi tropis lebat.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari komitmen serius pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak di Gayo Lues yang kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, meskipun tinggal di daerah yang sulit dijangkau.
Pendampingan langsung oleh tim teknis menunjukkan keseriusan dalam mendata dan merencanakan solusi konkret untuk permasalahan infrastruktur pendidikan di desa-desa terpencil.
L
Dari kunjungan ini diharapkan akan lahir program-program strategis yang dapat menjawab kebutuhan mendesak infrastruktur pendidikan di wilayah pedalaman. Dokumentasi kondisi existing menjadi basis penting untuk perencanaan anggaran dan program pembangunan ke depan,sebut Maliki. (ML)Wakil Bupati Gayo Lues H.Maliki Kujungi Sekolah Satu Atap Di Desa Lesten
Kondisi Sekolah
Pining (SGL)– Dalam upaya memastikan pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah, Wakil Bupati Gayo Lues H.Maliki melakukan kunjungan kerja langsung ke Desa Lesten, salah satu desa terpencil di wilayah Kabupaten Gayo Lues.
Kunjungan yang dilakukan beberapa waktu lalu, menampilkan realitas yang mengharukan. Bangunan sekolah yang menjadi tujuan kunjungan terlihat dalam kondisi yang memprihatinkan. Struktur bangunan dengan dinding beton dan tiang kayu tampak sudah lapuk dan tidak bisa di tempati lagi merupakan menjadi perhatian serius dari Pemkab Gayo Lues.
“Ini adalah bukti nyata tantangan pendidikan di daerah terpencil. Kami tidak bisa hanya duduk di kantor, tapi harus turun langsung melihat kondisi sebenarnya,” ungkap Wakil Bupati saat meninjau lokasi yang dikelilingi vegetasi tropis lebat.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari komitmen serius pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak di Gayo Lues yang kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, meskipun tinggal di daerah yang sulit dijangkau.
Pendampingan langsung oleh tim teknis menunjukkan keseriusan dalam mendata dan merencanakan solusi konkret untuk permasalahan infrastruktur pendidikan di desa-desa terpencil.
L
Dari kunjungan ini diharapkan akan lahir program-program strategis yang dapat menjawab kebutuhan mendesak infrastruktur pendidikan di wilayah pedalaman. Dokumentasi kondisi existing menjadi basis penting untuk perencanaan anggaran dan program pembangunan ke depan,sebut Maliki. (ML)